Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pulang Pisau Gelar RDK Manajemen SDM dan Pengawas, Perkuat Kapasitas dan Inklusivitas

Dokumentasi Bawaslu Pulang Pisau

Pelaksanaan kegiatan Rapat dalam Kantor (RDK) penguatan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengawas di lingkungan Bawaslu Pulang Pisau

Pulang Pisau – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pulang Pisau menggelar kegiatan Rapat Dalam Kantor (RDK) dengan fokus pada peningkatan Kapasitas dan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Jajaran Pengawas di lingkungan Bawaslu Pulang Pisau. (6/5/2026)


Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pimpinan, Koordinator Sekretariat, serta seluruh pegawai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan SDM yang profesional dan adaptif. Pada kesempatan kali ini menghadirkan narasumber dari Kepala Sekolah SKHN 1 Pulang Pisau, Masciani,S.Pd, M.M beserta staf.


Ketua Bawaslu Pulang Pisau, Zahrotul Mufidah, menekankan pentingnya penguatan kapasitas SDM dalam mendukung tugas pengawasan pemilu.
“Penguatan SDM menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pengawasan. Kita tidak hanya dituntut profesional, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan memiliki sensitivitas terhadap berbagai isu, termasuk pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kepada kelompok rentan dan Disabilitas,” ujarnya.

Anggota Bawaslu Pulang Pisau divisi Hukum, Pencegahan, parmas dan humas Siti Rahmawati dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penguatan kapasitas SDM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengawasan pemilu. Ia menegaskan bahwa inklusivitas merupakan prinsip penting dalam demokrasi, sehingga pengawas pemilu harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Pengawas pemilu tidak hanya dituntut memahami regulasi, tetapi juga harus peka terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kemampuan bahasa isyarat menjadi salah satu upaya konkret dalam mewujudkan pengawasan yang inklusif,” ujarnya.

Senada dengan itu, Rendy Michael Cristian Anggota Bawaslu Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa menambahkan bahwa peningkatan kapasitas seperti ini diharapkan dapat memperkuat profesionalitas dan responsivitas jajaran pengawas pemilu dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.


Sementara itu, narasumber, Maciani, dalam kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap prinsip inklusivitas, khususnya dalam pelayanan kepada penyandang disabilitas. Materi yang disampaikan merujuk pada pedoman praktis terkait disabilitas, serta pembelajaran Bahasa isyarat bagi disabilitas.
“Pelayanan publik harus mengedepankan prinsip aksesibilitas dan kesetaraan. Aparatur Pengawas perlu memahami cara berinteraksi, memberikan layanan, serta menciptakan lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.


Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pulang Pisau berharap seluruh jajaran dapat meningkatkan kapasitas, profesionalitas, serta kepekaan dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif. Hal ini sejalan dengan komitmen Bawaslu dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga inklusif yaitu ramah terhadap seluruh kelompok masyarakat.

Dokumentasi Bawaslu Pulang Pisau

Penulis : Muhammad Hilmy

Editor : Zahrotul Mufidah