Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pulang Pisau Gelar RDK Evaluasi Pengawasan Pemilu, Angkat Peran Perempuan dalam Demokrasi

Dokumentasi Bawaslu Pulang Pisau

Foto bersama dan penyerahan sertifikan bseserta sovenir setelah kegiatan dengan narsumber Nurhelsa, S.Sos., M.A.P

Pulang Pisau – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan kegiatan Rapat Dalam Kantor (RDK) sekaligus merayakan Hari Kartini dengan tema “Evaluasi Pengawasan Pemilu dengan Tema Peran serta Perempuan dalam Pengawasan” yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Pulang Pisau. (27/4/2026)


Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pulang Pisau beserta seluruh staf. Nurhelsa, S.Sos., M.A.P sebagai akademisi perempuan menjadi narasumber dalam kegiatan kali ini.


Nurhelsa mengangkat tema “Melanjutkan Api Kartini: Evaluasi Kritis dan Harapan Perempuan dalam Ruang Politik.” Hal ini menekankan bahwa semangat perjuangan perempuan tidak hanya simbolis, tetapi harus diwujudkan dalam keberanian berpikir kritis serta keterlibatan aktif dalam pengawasan demokrasi. 


“pengawasan pemilu tidak sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan bentuk sikap kritis terhadap ketimpangan, termasuk dalam memastikan kebijakan yang dihasilkan telah inklusif dan tidak melanggengkan sistem yang membatasi peran perempuan. Selain itu, bahwa meskipun akses perempuan dalam politik semakin terbuka, masih terdapat tantangan struktural dan budaya yang membatasi partisipasi perempuan secara optimal.” ujarnya

Sementara itu Anggota Bawaslu Pulang Pisau Siti Rahmawati menyampaikan bahwa Perempuan didorong untuk berani berpartisipasi dan menjadi suara bagi kelompok yang belum terwakili dalam proses demokrasi.

"Perempuan bukan sekadar partisipan dalam pemilu, melainkan penjaga integritasnya melalui pengawasan yang jujur, berani, bernilai empati, inklusivitas, dan keberpihakan pada kaum rentan. Selain itu, Pengawasan pemilu yang kuat lahir dari keberanian perempuan menjaga suara rakyat dari tingkat keluarga hingga ruang publik.” ujarnya


Sebagai penutup Ketua Bawaslu Pulang Pisau Zahrotul Mufidah menekankan pentingnya menjadikan ruang politik sebagai tempat yang ramah dan aman bagi perempuan, bukan sebagai arena yang menakutkan. 


“Perempuan didorong untuk berani berpartisipasi dan menjadi suara bagi kelompok yang belum terwakili dalam proses demokrasi.” ungkapnya
 

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pulang Pisau berharap dapat memperkuat pemahaman terkait pentingnya perspektif gender dalam pengawasan pemilu, serta mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam menjaga kualitas demokrasi yang lebih adil.

Dokumentasi Bawaslu Pulang Pisau

Penulis dan Foto : Muhammad Hilmy

Editor : Zahrotul Mufidah