Bawaslu Pulang Pisau Gelar Rakor Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif
|
Pulang Pisau – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mempersiapkan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). (3/6/2026)
Rapat Koordinasi tersebut diikuti oleh pimpinan, Koordinator Sekretariat, serta seluruh jajaran staf Bawaslu Pulang Pisau. Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Pulang Pisau menghadirkan mantan Komisioner Bawaslu Kabupaten Pulang Pisau periode 2018–2023, Roby Hudin, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Roby Hudin menjelaskan bahwa sebelum dikenal dengan nama Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), program tersebut sebelumnya bernama Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang telah menjadi salah satu program unggulan Bawaslu dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu.
“Dulu program ini dikenal dengan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif atau SKPP. Seiring perkembangan kelembagaan, program tersebut bertransformasi menjadi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), namun semangatnya tetap sama, yakni mencetak kader-kader pengawas yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap demokrasi,” ujar Roby Hudin.
Ia juga menambahkan bahwa kader-kader hasil pendidikan tersebut diharapkan mampu menjadi motor pengawasan partisipatif di tengah masyarakat, bahkan diproyeksikan menjadi bagian dari penyelenggara pemilu di masa mendatang.
“Kader pengawas yang dibentuk melalui program ini diharapkan dapat menjadi pengawas partisipatif di masyarakat. Tidak menutup kemungkinan, mereka juga diproyeksikan menjadi sumber daya potensial untuk pengawas adhoc pada pemilu dan pemilihan yang akan datang,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Pulang Pisau Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Siti Rahmawati, menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu upaya Bawaslu dalam memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
“P2P menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat agar semakin memahami pentingnya pengawasan pemilu. Kami berharap para peserta nantinya dapat menjadi agen pengawasan partisipatif yang mampu mengedukasi masyarakat serta berkontribusi dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas,” ungkap Siti Rahmawati.
Melalui rapat koordinasi ini, Bawaslu Pulang Pisau berharap pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan kader-kader pengawas yang berkompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat.
Penulis : Muhammad Hilmy
Foto : Rio Candra
Editor : Siti Rahmawati